Senin, 15 Desember 2014

Aku yang mencintaimu: Mama






58 tahun usianya- Dahulu ia seorang PNS dengan tiga anak perempuannya. Ia memilih pensiun dini 2 tahun lebih awal untuk menghabiskan usia senjanya. Ia sangat menjunjung tinggi rasa cinta untuk lelakinya, untuk anak menantunya dan juga cucu- cucunya.
Ia selalu menghidupkan kompor di dapurnya setiap pagi dan malam hari... karena suaminya sangat mencintai masakan nya. Ramuan bumbunya mungkin sampai ke hati hingga rasanya tak pernah berpaling dari tahun ketahun.
Penampilan nya selalu rapi terutama keluar rumah...  ia dan lelakinya selalu kepasar bersama di minggu pagi.... ia sangat menjaga penampilannya... badan nya tergolong kecil namun menarik bagiku, Ingat sekali cara nya memoleskan lipstick merah dgn cara khasnya. Ia dipanggil makwo
Ketika aku menulis ini, aku yakin Ia sedang bersemangat sekali mempersiapkan kebutuhan keberangkatannya bersama lelaki yang ia dampingi 33 tahun pada januari 2015 nanti. Moment yang sangat ia tunggu tunggu. Beberapa lembar baju putih, gamis hitam dan kerudung lebar.... Setiap pulang aku selalu mendapati nya memegang buku tebal yang sekarang menjadi faforitnya.
Setiap kami bertelponan, ia selalu menceritakan apa apa saja yang sudah ia beli dan persiapkan, hal hal yang kurang dan harus dikejar di esok hari.
Ia selalu tidur cepat... tidak seperti ku yang susah untuk tidur...karena aku sudah terbiasa tidur larut... mungkin ia sudah letih menghabiskan hari bersama cucu- cucunya, melayani semua kebutuhan suami tercintanya dan membelai tanaman kesayangannya.
Ia tidur cepat karena selalu terjaga di dini hari. Melawan dingin nya hari untuk berwudhu bahkan mandi di pukul 03.00 wib s.d. 04.00 wib. Menanti adzan shubuh dan berjalan berduaan dengan imamnya melewati rumahku menuju rumah Allah. Jika tidak mampu lagi ia akan beribadah dirumah dengan sweeter hangatnya.... melapis sajadahnya dengan tikar bambu


Terimakasih untuk  puluhan minggu dirahim terlembutmu
Terimakasih untuk kesabaranmu mendidik dan membesarkanku hingga saat ini
Terimakasih setiap pelajaran hidupmu, tetes air mata dan keringat
Terimkasih perjuangan untuk kami anak- anakmu
Terimakasih untuk untaian doamu, semoga Allah membahagiakanmu selalu  
Terimakasih telah menghantarkan ketiga perempuanmu ke gerbang pernikahan

Terimakasih mama- selamat hari ibu....
Semoga kami bisa belajar menjadi mama untuk anak- anak kami
(NandaVeronica//SimpangLimo//161214)












Tidak ada komentar:

Posting Komentar