58
tahun usianya- Dahulu ia seorang PNS dengan tiga anak perempuannya. Ia memilih
pensiun dini 2 tahun lebih awal untuk menghabiskan usia senjanya. Ia sangat
menjunjung tinggi rasa cinta untuk lelakinya, untuk anak menantunya dan juga
cucu- cucunya.
Ia
selalu menghidupkan kompor di dapurnya setiap pagi dan malam hari... karena
suaminya sangat mencintai masakan nya. Ramuan bumbunya mungkin sampai ke hati
hingga rasanya tak pernah berpaling dari tahun ketahun.
Penampilan
nya selalu rapi terutama keluar rumah...
ia dan lelakinya selalu kepasar bersama di minggu pagi.... ia sangat
menjaga penampilannya... badan nya tergolong kecil namun menarik bagiku, Ingat sekali
cara nya memoleskan lipstick merah dgn cara khasnya. Ia dipanggil makwo
Ketika
aku menulis ini, aku yakin Ia sedang bersemangat sekali mempersiapkan kebutuhan
keberangkatannya bersama lelaki yang ia dampingi 33 tahun pada januari 2015
nanti. Moment yang sangat ia tunggu tunggu. Beberapa lembar baju putih, gamis
hitam dan kerudung lebar.... Setiap pulang aku selalu mendapati nya memegang
buku tebal yang sekarang menjadi faforitnya.
Setiap
kami bertelponan, ia selalu menceritakan apa apa saja yang sudah ia beli dan
persiapkan, hal hal yang kurang dan harus dikejar di esok hari.
Ia
selalu tidur cepat... tidak seperti ku yang susah untuk tidur...karena aku
sudah terbiasa tidur larut... mungkin ia sudah letih menghabiskan hari bersama cucu-
cucunya, melayani semua kebutuhan suami tercintanya dan membelai tanaman
kesayangannya.
Ia
tidur cepat karena selalu terjaga di dini hari. Melawan dingin nya hari untuk
berwudhu bahkan mandi di pukul 03.00 wib s.d. 04.00 wib. Menanti adzan shubuh dan
berjalan berduaan dengan imamnya melewati rumahku menuju rumah Allah. Jika tidak
mampu lagi ia akan beribadah dirumah dengan sweeter hangatnya.... melapis sajadahnya
dengan tikar bambu
Terimakasih
untuk puluhan minggu dirahim terlembutmu
Terimakasih
untuk kesabaranmu mendidik dan membesarkanku hingga saat ini
Terimakasih
setiap pelajaran hidupmu, tetes air mata dan keringat
Terimkasih
perjuangan untuk kami anak- anakmu
Terimakasih
untuk untaian doamu, semoga Allah membahagiakanmu selalu
Terimakasih
telah menghantarkan ketiga perempuanmu ke gerbang pernikahan
Terimakasih
mama- selamat hari ibu....
Semoga
kami bisa belajar menjadi mama untuk anak- anak kami
(NandaVeronica//SimpangLimo//161214)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar