Minggu, 13 Juli 2014

sesuatu yang luar biasa // late post ini masa hamil dulu juni 2009

my pregnant

25 Juni 2009 pukul 9:37
Subhanallah, allahuakbar………….
untuk semua penciptaan Nya yang tak kan pernah tertandingi oleh sehebat apapun sebuah ilmu tekhnologi
Diusia kandungan ku 4 bulan lebih, aku mulai merasakan keberadaan si jabang bayi yang tampaknya semakin membutuhkan perhatian ekstra dari ku. Sebuah denyutan terkadang mulai menjadi keseharianku.
Kenapa sayang? Itulah yang biasanya terbersit didadaku, ada apa dengan si kecil, apa yang ia butuhkan….bunda sangat menyayangimu sayang, tenang ya!
Seperti informasi yang pernah kubaca sebelumnya ini adalah suka cita terdalam yang dirasakan oleh si calon ibu, bagaimana gerakan dan tendangan halus itu kian membuka mata hati bahwa ia memang ada, sedang tumbuh dan berkembang.
Katanya jabang bayiku sudah mulai berputar halus didalam rahim, wajah nya akan mulai sempurna menyerupai sang ibu atau ayahnya, matanya juga mulai berkedip dan peka akan rangsangan cahaya dari luar.
Wawwww its amazing, tak pernah kurasakan sebelumnya sensasi maha dahsyat yang telah kau berikan untuk calon ibu seperti ku…terimakasih Allah untuk sebuah anugerah yang tak tertandingi yang telah kau percayakan pada keluarga kami.
Alhamdulilah memasuki bulan ke-5 ini gejala mual dan muntah sudah jauh berkurang, mudah2 an morning sickness ku telah berlalu dan aku akan semakin menikmati masa kehamilan pertama ini. Walaupun harus hadir dalam bobot yang jauh lebih besar dari berat badan ku sebelumnya, alhamdulilah aku sudah tidak ambil pusing. Aku semakin percaya diri berjalan dengan si kecil yang akan semakin membesar. Dengan dukungan keluarga, teman dan tentunya suami tercinta, semua masa akan dapat kulalui termasuk bingung, bagaimana menurunkan berta badanku nanti he hehe.
Tak apalah gendut, yang penting aku sehat dan bayi mungilku tak kekurangan apapun juga, dan satu kalimat yang aku ingat dari sebuah program agama di salah satu TV swasta yang mana ustadznya pernah menjawab keluhan wanita hamil dengan berucap “namanya juga hamil…” jawaban itu memang simple dan mungkin terdengar biasa saja ditelinga orang seperti anda, tapi tidak bagiku. Kalimat itu bagi obat mujarab dikala aku resah dan bingung melewati berbagai perubahan dalam masa kehamilan ini. Thx good u semua kemudahan didalam hariku. I love you ustadz Danu
Bunda janji sayang, akan memberikan apapun yang kau butuhkan dimasa pertumbuhan ini, tenang lah disana dalam kehangatan dekap eratku. Aku akan berusaha memenuhi kebutuhanmu dengan selalu belajar mempersiapkan diri menyambut kehadiranmu nanti. Bunda terus mengumpulkan informasi tentang kehamilan dan bayi yang semoga dapat membentuk diri bunda jadi yang terbaik untukmu.

Sepertiny lagu om tompi pas banget sayang untuk menggambarkan betapa bersyukurnya bunda akan hadirmu…I love you babes:


“… ..meredup suaramu terdengar mengalir-
Indahnya senyummu kalahkan pelangi -
Hatiku tertegun disaat kau hadir-
Engkaulah cinta engkaulah bintangku.

cepatlah kau tumbuh, kutak sabar menunggumu-
berlari denganku hadapi dunia-
kudoakan selalu kau besar dengan cintamu-
buatlah dunia bahagia denganmu-
dan aku kan selalu menjagamu-
memberi yang terbaik dariku-
dengarkan, wahai bintang kecilku-
hati ini bernyanyi hanya untukmu.

MEILAN (late post okt 2011 lalu)

semoga Allah meringankan kesusahan hati gadis kecil itu

30 Oktober 2011 pukul 1:19
jumat kemarin tepatnya...segerombolan orang datang mengarah ke masjid yang letaknya tepat di seberang rumah saya. orang2 itu tampak larut dalam duka, ada yang tampaknya sednag bnayak fikiran, ada yang sedang menghapus air mata dan sebaian lainnya tampang bingung dan putus asa. segerombolan orang yang saya bicarakan ini tampak mengusung sebentuk keranda lengkap dengan penutup dan payung hijau yang betabur ayat suci al-quran. yah tetangga saya yang telah mendahului kita semua sudah berpulang ke rahmatullah, almarhumah sudah tiada dan tak berdaya.
akhirnya keranda semakin mendekati masjid khairul amal yang berdinding putih berpintu hijau. keluaraga sanak famili tetangga dan teman sejawat tampak memehnuhi masjid yang berukuran sedang untuk komplek kami. semua tampak diam tanpa bicara, menanti aba- aba dari imam masjid. ibu2 mulai menyiapkan diri dengan mukenanya, sedangkan bapak2 sudah dari tadi lengkap dengan peci dan sarungnya. imam memberi tanda agar seluruh jamaah dapat merapat...
tak kala semua orang sibuk mengatur shaf darii ujung dinding sebelah kanan ke kiri, penglihatan ku  menangkap sosok anak kecil diantar ibu-ibu yang bermukena. gadis kecil itu meilan namanya (kalo tidak salah alias setahu saya). meilan mengenakan baju kurung berbunga coklat dengan baju 2 potong atas dan bawah, serasi dengan jilbab coklat polos yang menutupi rambutnya. air muka nya tampak lebih tegar dari kemarin. tak ada lagi air mata tapi kelabu masih menyelimuti mata kecilnya.
sholat jenazah pun dimulai, saya mencoba mengkhusuk kan diri, namun susah seklai...tetes demi tetes terus mengalir di mata saya...bagaimana jika saya menjadi meilan, bagaimana jika saya di tinggalkan mama, lalu bagaimana hidup meilan kedepan... walaupun ucapan allahhuakbar terus terdengar di telinga ku, air mata ini terus mebasahi mukena putih yang saya kenakan.hingga akhirnya sholat di akhiri dengan salam. saya buru- buru menyeka air mata, tak enak rasanay menambah kesedihan keluarga yang sedang ditimpa musibah ini. dan saya akan semakin merasa berdosa jika meilan melihat mata saya yang memerah...
tak lama kemudian terdengar teriakan kecil meilan "ayah..." katanya sambil mengangkat sepasang sandal berwarna coklat... ya allah gadis kecil ini masih ingat mencarikan sandal ayah nya di saat2 sulit seperti ini...salut untuk meilan yang tampaknya terbias mengurus dan memperhatikan hal2 kecil dalam keluarganya. air mata saya hampir tak terbendung saat itu, tapi sebisa mungkin saya menguasai diri...
semua jemaah berkemas dan bersiap2 meninggalkan masjid. bapak2 mulai memindahkan jenazah yang beralaskan tikar rumbia dari keranda ke tmpat tidur ambulance untuk segera di bawa ke tempat peristirahatan terakhir. saya tak ikut ke kuburan, jadi saya sempatkan merapikan masjid yang mulai di tinggalkan jamaahnya. menyusun buku surat yasin, mengunci pintu masjid dan menerima titipan kain penutup keranda dari mama yang tak lain adalah pengurus masjid kami.

tangan saya memegang kain hijau yang berbahan licin dengan kaligrafi kuning emas, cantik sekali tapi ntah kapan kita akan memakainya...
semoga allah memberikan tempat terbaik unuk almarhumah (ibu yang tersambar petir di min pada hari kamis 27 okt 2011)
semoga allah memberikan kekuatan untuk ayah meilan agar dapat menjadi ayah sekaligus ibu untuk meilan dan adiknya yang baru berumur 3 tahun

*meilan : seorang gadis kecil yang harus kehilangan ibunya di umur yang masih sangat kecil (kelas 4 SD)...

               saat itu almarhumah sedang menjemput meilan dari sekolah, namun takdir berkata lain...justru meilan lah
               yang mengantar ibunya pulang kerumah

teruslah menjadi anak yang kuat meilan, kami yakin adik dan ayah meilan sangat membutuhkan meilan..

saya akan menunggu meilan esok di masjid untuk melihat senyum nya saat bermain dengan teman2 di waktu istrahat mengaji..

terimakasih meilan untuk pelajaran berharga ini, semoga ini akan menjadikan saya lebih bersyukur masih dikelilingi mama papa, suami dan anak juga saudara/i tercinta

pertanyaan : siapkah kita berteman dengan kain penutup keranda???

sudahkan bersyukur..late post nov 2011 lalu

home 17 november 2011

"duh gede banget rumahnya, oooo bertingkat- tingkat ya lantainya, masa sihhhh ayah ghazy yang jahit, wahhhh kreatif banget, ini baru unik..." itulah kata- kata yang terekam di telingaku. kata- kata yang keluar dari mulut beberapa orang tamu kami sore tadi. ehmmm kalo lum pernah dateng sebelomnya mungkin iya, tapi karena sudah tiap hari aku ngeerasa sama aja sama rumah yang lain hanya saja yang ini rumah kami dan desain kami sendiri:P

...wahhhh ....
itulah terus yang terlontar dari tamu ketika memasuki rumah kami, mungkin bukan karena mahalnya, tapi unik nya hehheh suamiku emang pinter mensiasati sesuatu yang tak terfikirkan oleh orang lain untuk dijadikan barang yang cantik dan bermanfaat untuk rumah kami.
ah ayah emang hebat, dari tangan nya lah akhirnya desain rumah ini kami rampungkan tepat 2 tahun yang lalu. perlahan kami coba jelaskan kepada tukang untuk dapat mengerti maksud keinginan kami. memang agak susah ternyata, tapi paling tidak hampir seperti keinginan kami, karena ternyata kami juga terkendala dengan dana material bangunan yang terus merangkak naik. alhamdulilah sekarang keadaannya sudah sangat jauh berbeda dibandingkan tahun 2009 kemarin...
hanya senyum yang bisa membuka cerita dua tahun lalu. bagaimana mungkin kami bertiga dengan anak yang berumur 1 tahun kurang bisa bertahan dalam sebuah kamar 4X5 yang jika dibuka daun pintunya maka kita akan  langsung bertemu dengan tanah...

huffff lega sekali sekarang tanah itu telah berganti marmer. yah karena anakku ghazy saat itu berumur satu tahun dan sedang belajar jalan akhirnya kami nekad menyelesaikan lantai rumah, agar anak ku tak perlu pake sendal lagi dirumah, tak perlu nutup hidung lagi karena berdebu...
ya Allah ternyata itu semua sekarang jadi kisah yang indah untuk dirangkai dalam kata- kata.

yah malam pertama bulan ramadhan 2009 yang lalu adalah malam pertama kami mencicipi rumah baru tepatnya kamar baru, meninggalkan kamar mama yang penuh dengan kami bertiga dan barang- barang kami tentunya. senyum- senyum dan bersyukur pastinya bisa tidur tenang karena dirumah sendiri hehehhe.
ternyata begini rasanya tidur dirumah yang kami bangun dengan cinta kami,
dan tidur bertiga dengan buah  cinta kami...

perlahan kami mulai mendandani rumah, tangan kreatif ayah terus mencari dan menciptakan sesuatu untuk rumah cantik kami;) sedangkan aku si penggagas dan penilai yang akan memberikan pandangan untuk ide- ide ayah...

saat ini rumah kami sudah lebih dari nyaman untuk kami tempati,
tempat melihat pertumbuhan muhhammad faiq izzil ghazy putra pertama kami,
tempat kami menciptakan anak- anak kami setelah ghazy,
tempat kami bercerita ttg kantor, teman juga keluarga.....
tampat kami belajar dari pengalaman orang lain
tempat kami tersenyum, tertawa terbahak- bahak,
juga tempat kami memadu hati...cerita cinta sampai senja
dan tempat kami untuk saling menguatkan disaat satu diantara kami terpuruk kesakitan dengan lecutan dunia.

terimakasih ya allah, malam ini aku tersungkur kembali di sajadahmu,
memohon maaf sering lupa bersyukur dengan semua titipanmu...
suami yang penuh cinta mendampingiku,
anak yang penuh warna menghidupkanku..
dan rumah tempat aku bernaung meminta setiap harapk padamu...

ya allah......
terimakasih untuk rumah yang dulu kukira hanya mimpi monyet di fikiran orang yang lagi  mabuk asmara.
untuk rumah yang menyelamatkan kami dari panas terik matahari, angain badai yang kencang, deras hujan yang tak terhingga jumlahnya dan dinginnya malam..
tempat kami merasa aman ketika hanya berdua ditinggal ayah bekerja...

@teruslah bermimpi teman, karena tak perlu bayar hanya perlu berusaha
kami kemaren hanya punya keberanian untuk bermimpi punya rumah dengan desain sendiri
tapi ternyata allah mendengar doa kami,
dan menjadikan mimpi kami menjadi nyata

teruslah bersyukur teman, karena dengan bersyukur allah akan melipat gandakan wujud syukurmu
dengan hal lain diluar dugaanmu diluar inginmu...

to:
ayah syamsul fajri oktario...
selamat tidur yah, pasti penat setelah seharian bekerja...
terimakasih untuk semua pintaku yang sering membebani fikirmu
teruslah bermimpi sayang, ayah akan mendapatkan hal yang ayah inginkan dengan sabar (waiting missing kan bibeh....)
satu hal yang perlu kau yahu, aku terus disampingmu
untuk menyempurnakan mimpi kita kemarin, mimpi hari ini juga mimpi- mimpi kita dikemudian hari

anak ku ghazy, yang maunya dipanggil dang,
terkadang maunya dipe]anggil kakak,
terkadang juga minta dipanggil adek bayi..
ahhh lucu nya kamu nak....
semoga semakin sehat dan cerdas, juga soleh ya nak
teruslah bermimpi sayang, karena ghazy tercipta juga dari mimpi ayah dan bunda:)