Selasa, 16 Desember 2014

Surat Cinta Untuk Puti





13 Desember 2014// 06.17 wib ;Ayah tengah terlelap hebat pagi ini ditemani bantal kepala yang terlipat dua, sedangkan Kakak mungkin sedang bermimpi bermain Torblade barunya di apit dua bantal guling di sisi kanan dan kirinya… yah dua bantal guling dengan aroma khas paling sedap sedunia  (baca; bagi kakak hehehe)
Bunda belum ingin bergerak berberes nak, masih lemas dengan kepala berat melewati malam panjang ketika kakakmu- Ghazy harus melewati panas tinggi setelah pemeriksaan darah oleh dr. Amelia tadi sore. Untuk pertama kalinya sayang, kakak positif Tifus karena sebelumnya negative begitupun malarianya. Bunda sempat kaget mendengar penjelasan dokter diklinik sore kemarin, tetapi menjadi tidak terlalu khawatir ketika tahu tifus-nya tidak tinggi dan kakak cukup rawat jalan.
Badan yang masih sempoyongan ini memang belum bersemangat turun dari tempat tidur dan meninggalkan si Kakak, memang seminggu ini waktu tidur kita tidak baik- terganggu oleh batuk yang meregang,  hidung yang tersumbat juga suhu tubuh yang tinggi sangat membuat bunda khawatir….tapi ntah mengapa jari- jari Bunda yang biasa berteman dengan tuts laptop ini sangat merindukan program word di laptop Ayah. Ingin sekali menumpahkan semua rasa… rasa rindu rasa ingin bertemu dengan mu nak..
Sepuluh tahun lagi dari saat bunda menulis ini mungkin Puti sudah menjadi gadis kecil yang cantik dan soleha sedangkan si kakak sepuluh tahun dari saat ini sangat mungkin menjadi anak bujang kebanggaan Ayah dan BundaJ
Ia pun sangat menantimu Put… selalu bilang “kapanlah bunda nih hamil?”// “kira- kira adek puti kapan lahir bunda?”// “adeknya azzam cantik bunda rambutnya keriwil kayak azzam umurnya baru 3 minggu” celoteh kakak pulang sekolah// “ahaaaaa kakak punya ide bunda kalo nanti adek puti udah lahir, adek puti bobok sama ayah, kakak sama bunda….anak cowok sama ibuk-ibuk, kalo anak cewek boboknya sama bapak- bapak” dan tawa kami berdua pun pecah mendengar khayalan Kakak nak//


Comtusi- oxomemazine guaifenesin syrup mungkin masih bekerja nak di sela- sela batuk kakak yang terdengar pagi ini. Kakak sangat tahu ketidak beradaan Bunda disampingnya ketika tidur “Kakak masih mau ngantuk Bunda, peluk Kakak” katanya lemah…. Bunda dan kakak selalu melewati malam dengan berpelukan sayang…. Dengan kecupan “Bunda Sayang Kakak, dan menanti jawaban “Kakak Sayang Bunda”.
Kakak ghazy – lengkapnya Muhammad Faiq Izzilghazy…// Namanya susah ya kata seorang Analist ketika Bunda mendaftar kan nama Kakak diklinik kemarin. Jika Puti sudah pandai membaca tentu nama Kakak tidak susah kan Nak… Sesekali Ummi Kakak di Sekolah SAB Mahira menulis nama depan Kakak dengan Faiq… Bunda suka lupa karena biasa dengan sebutan “Ghazy”. Sedangkan Kakak sering menyebut dirinya “Aji”… Sejak itulah orang komplek dan Ummi- Ummi disekolah sering memberi bunda sebutan “Bunda Aji”
Ayah yang melekatkan nama lengkap Kakak Aji Nak…. Dengan harapan Kakaknya Puti ini bisa menjadi Pejuang -kemuliaan pejuang tertinggi . Ayah dan Bunda sempat melewati masa bingung merangkai nama kakak. Nama yang Bunda dan Ayah nyatakan di hari ke-7 usia Kakak waktu itu sejak Minggu 18 Oktober 2009 kelahiran Kakak di klinik nenek bidan.
Masih jelas di memory Bunda, Kakak lahir dihari minggu dek, tepatnya waktu adzan Maghrib… ketika mati lampu… menjelang kelahiran Kakak justri lampu padam nak, ditemani lampu emergency, lilin, dan lampu “strongkeng” tradisional. Semua berkumpul sore itu Nak, ada Kakek Nenek, Ummi & Abi, Aunty & Papa juga semua keluarga besar. Semua menanti kelahiran cucu pertamaJ
Minggu 18 Oktober 2009- Pukul 18.15 Wib suara pertama itu terdengar Put, suara bayi laki-laki yang dinanti…. Semua tersenyum bahagia dan menangis haru … pastinya Bunda dan Ayah…. Buah hati pertama Bunda Nak…. Badan nya mungil menurut Bunda 3,4 kg karena itu kali pertama Bunda melihat bayi baru lahir (ternyata termasuk besar untuk seorang bayi baru lahir) dengan panjang 49cm. Bibirnya merah merekah, dengan kulit merah yang terlihat sehat dan sempurna.
Teringat senyum bahagia Ayah yang membisikkan “Bunda Hebat....” yang semakin membuat air mata Bunda mengalir tiada henti mengucap syukur melihat bayi laki- laki yang menangis keras ketika dimandikan dan dikenakan bedong pertamanya. Sejak itulah Bunda menjadi Wanita seutuhnya Nak…bahagia luar biasa…
Perjuangan hebat sudah lewat Nak….. Sejak Rabu sebelum kelahiran di minggu sore itu, Bunda mengalami pendarahan layaknya wanita menstrusasi. Kamisnya jumlah darah bertambah banyak dan semakin banyak hingga hari Sabtu..
Maka Sabtu itu Bunda belum yakin hari itu kita akan bersua sayang… Tanda- tanda yang keluar dan bunda rasakan belum seperti yang pernah Bunda baca di buku dan internet…maka semalaman dari Sabtu ke Minggu adalah malam berat nan panjang menanti pagi…
===
Pagi ini 17 Desember 2014 Bunda bersiap kekantor nak, seperti hari kemarin Bunda akan terjaga dengan pemandangan lelaki kecil yang tengah terlelap hebat. Melihat naik turun nafasnya yang sangat teratur dan badan yg tidak panas lagi... Terimkasih Ya Rabb untuk sehatnya kami, anak-anak kami.
Pagi ini ingin sekali memeluk Kakak Nak, Lelaki kecil yang telah berusia 5 Tahun yang mampu berkomunikasi dengan baik. Bunda genggam tangannya agar Kakak tau ada Bunda disampingnya, walaupun mungkin Bunda tak bisa selalu bersama, melihat perkembangan kepandaian Kakak disetiap saat.
Maafkan Bunda sayang harus bekerja dan meninggalkan Kakak setiap hari dan harus pulang terlambat jika harus lembur.
Nak......kamar ini jadi saksi betapa Bunda mencintai kalian, menemani kalian tidur; menonton bersama; hingga loncat2an dikasur...Tangan kreatif kalian selalu memegang crayon, menarik garis kemanapun kau suka dengan warna warni mipi ditembok kamar kita.
Puti sayang... tahukah Puti nama Puti adalah khayalan Kakak Ghazy... Ia sangat merindukan kehadiran seorang adik... mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk kita bersama Put, Bunda yakin nanti akan ada waktunya... kita akan bersama sayang, seperti Kakak yang tumbuh di rahim Bunda 9 bulan lamanya.

Teruntuk Puti ( Yang akan lahir di rahim esok hari)
(NandaVeronica//SimpangLimo//171214// Penulis adalah staff di Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Bengkulu// 085267322301)

Senin, 15 Desember 2014

Aku yang mencintaimu: Mama






58 tahun usianya- Dahulu ia seorang PNS dengan tiga anak perempuannya. Ia memilih pensiun dini 2 tahun lebih awal untuk menghabiskan usia senjanya. Ia sangat menjunjung tinggi rasa cinta untuk lelakinya, untuk anak menantunya dan juga cucu- cucunya.
Ia selalu menghidupkan kompor di dapurnya setiap pagi dan malam hari... karena suaminya sangat mencintai masakan nya. Ramuan bumbunya mungkin sampai ke hati hingga rasanya tak pernah berpaling dari tahun ketahun.
Penampilan nya selalu rapi terutama keluar rumah...  ia dan lelakinya selalu kepasar bersama di minggu pagi.... ia sangat menjaga penampilannya... badan nya tergolong kecil namun menarik bagiku, Ingat sekali cara nya memoleskan lipstick merah dgn cara khasnya. Ia dipanggil makwo
Ketika aku menulis ini, aku yakin Ia sedang bersemangat sekali mempersiapkan kebutuhan keberangkatannya bersama lelaki yang ia dampingi 33 tahun pada januari 2015 nanti. Moment yang sangat ia tunggu tunggu. Beberapa lembar baju putih, gamis hitam dan kerudung lebar.... Setiap pulang aku selalu mendapati nya memegang buku tebal yang sekarang menjadi faforitnya.
Setiap kami bertelponan, ia selalu menceritakan apa apa saja yang sudah ia beli dan persiapkan, hal hal yang kurang dan harus dikejar di esok hari.
Ia selalu tidur cepat... tidak seperti ku yang susah untuk tidur...karena aku sudah terbiasa tidur larut... mungkin ia sudah letih menghabiskan hari bersama cucu- cucunya, melayani semua kebutuhan suami tercintanya dan membelai tanaman kesayangannya.
Ia tidur cepat karena selalu terjaga di dini hari. Melawan dingin nya hari untuk berwudhu bahkan mandi di pukul 03.00 wib s.d. 04.00 wib. Menanti adzan shubuh dan berjalan berduaan dengan imamnya melewati rumahku menuju rumah Allah. Jika tidak mampu lagi ia akan beribadah dirumah dengan sweeter hangatnya.... melapis sajadahnya dengan tikar bambu


Terimakasih untuk  puluhan minggu dirahim terlembutmu
Terimakasih untuk kesabaranmu mendidik dan membesarkanku hingga saat ini
Terimakasih setiap pelajaran hidupmu, tetes air mata dan keringat
Terimkasih perjuangan untuk kami anak- anakmu
Terimakasih untuk untaian doamu, semoga Allah membahagiakanmu selalu  
Terimakasih telah menghantarkan ketiga perempuanmu ke gerbang pernikahan

Terimakasih mama- selamat hari ibu....
Semoga kami bisa belajar menjadi mama untuk anak- anak kami
(NandaVeronica//SimpangLimo//161214)