Selasa, 28 Oktober 2014

Menjadi Wanita dengan Hadirmu Nak




Nak, ingatkah kakak saat 9 bulan waktu kita bersama
270 hari yang tak kan pernah tergantikan
Hari hari yang tak kan pernah terlupakan
Saat hembusan nafas ini menjadi hembusan nafasmu sayang
Dan kita seirama dalam detak
Berbagi ruang dengan mu nak
Walau tak luas namun ku yakin itu tempat ternyaman
Di rahim bunda sayang
Rahim tempat kakak tumbuh menjadi bayi yang soleh

 
 ghazy dan kucing nenek

 toys

 first uniform

 hobbnya berendam :)

 singgasana nya

 baju ketek katanya

alas itam selalu..kemanapun pergi

 kelas a1 -2013 lalu

 jagoan bunda

 kemeja jokowow





Ketika rasa pedih yang kita rasa bersama
Tangis yang tumpah dengan kesensitifan
Mual yang datang setiap waktu sikat gigi tiba
Dan moment melawan malas yang kadang datang

Bahagia pun merekah dengan moleknya
Cinta kasih melimpah dari semua
Ingin tahu yang besar tentangmu sayang
Dan menunggu masa mengintipmu bersama ayahJ
Selalu menjadi hal terindah

 Resah yang datang diwaktu malam
Bantal kecil menjadi teman tersayang
Riang gembira ketika mengukur jalan
Dan bangganya berjalan denganmu sayang

Ketika airmata bunda menjadi sedihmu
Ketika bahagia bunda menjadi sukacitamu nak
Gerakan halus pertamamu yang menggugah hati
Makna isyaratmu yang terasa dalam
Dan betapa semangatnya menantimu
dengan semua bedong  gurita dan barang lucu lainnyaJ

rabu 14 oktober 2009 sayang
masih teringat jelas di memory bunda
tanda pertama  mu nak
sukacita dan semua rasa membaur menjadi satu
rasa takutpun kucoba untuk dipendam
dari buku yang bunda baca itu bearti kita tak lama lagi bersua sayang
hahhhh tak terungkap lewat kata kata

kamis 15 oktober 2009 nak
tandamu semakin jelas sayang
rasa sakit bunda mulai terasa
darah merah pun menjadi makna,
betapa membaranya cinta bunda dan ayah untuk kakak


jumat  16 oktober 2009
bahagia dan haru bersatu sayang
ketika hari pertama berjumpa denganmu
pasti tak kan terlupakan
masih teringat rasa yang semakin tak tertahan

sabtu 17 oktober 2009
bunda kira hari itu waktunya sayang
moment pertama perjumpaan kita
tapi ketubanmu belum pecah sayang
hari mulai terasa panjang cinta
sakit tak terkira- kontraksi yang tak beraturan
mengibaratkan rindu yang membuncah
malam tiba dan rasa itu semakin tak tertahan hingga dini hari
betapa pagi itu terasa sangat lama sayang

minggu 18 oktober 2009
pukul 01.00 wib malam terasa panjang
pagi terseret dengan susah payah
hingga shubuh tiba pun kuyakinkan kita akan bertemu sayang

pukul 05.30 wib
tepatnya setelah shubuh
mobil sudah disiapkan kakek nak
nenek pun bersiap
ayah mengangkut semua keperluan meyambutmu
darah mengucur semakin deras sayangku
sungguh aku tak sabar menantimu
setibanya di klinik bidan...dengan santainya bidan bilang belum saatnya sayang
mungkin jam 10an

ya rabb
betapa lamanya menanti jm 10.00
betapa cepatnya ingin bertemu denganmu nak
seperti dua ibu yang dengan mudahnya melahirkan

pukul 10.00 wib
ternyata belum sayang
bukaan masih kecil
badan bunda semakin sakit
pinggang terasa putus

pukul 12.00 wib
kaki dan lutut bergetar dengan hebatya
ketuban mu semakin merembes nak
betapa hari hari terpanjang semakin berat

=====bersambung====


Tidak ada komentar:

Posting Komentar